Kedaulatan Allah dan Tanggung Jawab Manusia terhadap Pelayanan Injil dalam Perspektif Teologi Sistematika
Keywords:
cultural mandate; encounter theology; God's sovereignty; great commission; human responsibility; imago Dei; systematic theology; amanat agung; kedaulatan Allah; mandat budaya; tanggung jawab manusia; teologi encounter; teologi sistematikaAbstract
This study analyzes the low participation of believers in gospel ministry, despite their having received a mandate from God. The purpose of this study is to examine the relationship between God's sovereignty and human responsibility from a systematic theological perspective and to formulate practical strategies to increase congregational involvement in evangelism. The method used is descriptive bibliology with a qualitative approach, analyzing biblical texts and theological literature to solve the problems that arise. The results of the study demonstrate that God's sovereignty is manifested through two primary mandates: the Cultural Mandate (Genesis 1:28), which entails striving for the welfare of the world, and the Great Commission (Matthew 28:19-20), which involves preaching the gospel to all nations. Human responsibility is a response of faith to God's sovereignty, which is implemented through (1) awareness as perfect creations (imago Dei), (2) a life that reflects God's love, (3) total obedience to God's commands, (4) active preaching of the gospel, and (5) loving God and neighbor. Research identifies several obstacles to Gospel ministry, including a lack of evangelism training in churches, fear of rejection, a lack of leadership initiative, and a low understanding of evangelism methods among congregations. Based on the principles of Encounter Theology, which emphasizes a personal encounter with God, the recommended implementation includes a systematic training program, ongoing mentoring, and the formation of evangelism communities in local churches.
Abstrak
Penelitian ini menganalisis persoalan rendahnya partisipasi orang percaya dalam pelayanan Injil, meskipun telah menerima mandat dari Allah. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji relasi antara kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia dalam perspektif Teologi Sistematika, serta merumuskan implementasi praktis untuk meningkatkan keterlibatan jemaat dalam penginjilan. Metode yang digunakan adalah deskriptif bibliologis dengan pendekatan kualitatif, menganalisis teks Alkitab dan literatur teologi untuk memecahkan problematika yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedaulatan Allah diwujudkan melalui dua mandat utama: Mandat budaya (Kej. 1:28) untuk mengusahakan kesejahteraan dunia, dan Amanat Agung (Mat. 28:19-20) untuk memberitakan Injil kepada semua bangsa. Tanggung jawab manusia merupakan respons iman terhadap kedaulatan Allah, yang diimplementasikan melalui (1) kesadaran sebagai ciptaan sempurna (imago Dei), (2) hidup yang mencerminkan kasih Allah, (3) ketaatan total pada perintah Allah, (4) pemberitaan Injil secara aktif, dan (5) mengasihi Allah dan sesama. Penelitian mengidentifikasi beberapa hambatan pelayanan Injil, antara lain: minimnya pelatihan penginjilan di gereja, ketakutan akan penolakan, kurangnya inisiatif pemimpin, dan rendahnya pemahaman jemaat tentang metode penginjilan. Berdasarkan prinsip Teologi Encounter yang menekankan perjumpaan personal dengan Allah, implementasi yang direkomendasikan mencakup program pelatihan sistematis, pendampingan berkelanjutan, dan pembentukan komunitas penginjilan di gereja lokal.
References
Ayres, Francis O. Pembinaan Warga Gereja. Malang: Gandum Mas, 2016.
Basuki, Yusuf Eko. Pertumbuhan Iman yang Sempurna. Yogyakarta: Garudawacha, 2014.
Budiarjo, Miriam. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia, 2000.
Crampton, W. Gary. Verbum Dei. Surabaya: Momentum, 2017.
Darmaputera, Eka. Hidup yang Bermakna. Jakarta: Gunung Mulia, 2008.
English Oxford Living Dictionary. “Responsibility.” https://en.oxforddictionaries.com/definition/responsibility.
Febriana, Putri Hana, dkk. Metodologi Penelitian. Riau: DOTPLUS Publisher, 2021.
GP, Harianto. Teologi Misi. Yogyakarta: ANDI, 2017.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Lee, Witness. Memberitakan Injil Dalam Jalan Hayat. Yogyakarta: Yasperin, 2020.
Marbun, Stefanus M. Keluarga di Mata Tuhan. Jakarta: Uwais, 2015.
Matalu, Muriwali Yanto. Kristus Raja Segala Bidang. Malang: GKKR, 2018.
Morris, Leon. Teologi Perjanjian Baru. Malang: Gandum Mas, 2014.
Sabdono, Erastus. Tanggung Jawab Memiliki Keselamatan. Jakarta: Rehobot Literatur, 2022.
Subagyo, Andreas B. Pengantar Riset Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2004.
Thiessen, Henry C. Teologi Sistematika. Malang: Gandum Mas, 2015.
Wells, David F. Tiada Tempat Bagi Kebenaran. Surabaya: Momentum, 2011.
Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2014.
Kompasiana. “Mengenal Arti Kata Tanggung Jawab.” http://www.kompasiana.com/nopalmtq/mengenal-arti-kata-tanggung-jawab.
SABDA. “Sembilan Alasan Orang Kristen Tidak Menginjili.” https://misi.sabda.org/artikel/sembilan-alasan-orang-kristen-tidak-menginjili.


