Prinsip Teologi Encounter sebagai Model Pembinaan Karakter Remaja Kristen

Authors

  • Bimo Ario Tedjo Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Nusantara Jakarta Author

Keywords:

cultural mandate; encounter theology; God's sovereignty; great commission; human responsibility; imago Dei; systematic theology; agung; karakter remaja Kristen; kedaulatan Allah; model pembinaan; tanggung jawab manusia; teologi encounter

Abstract

This study analyzes the issue of low participation of believers in gospel ministry, despite having received a mandate from God. Many Christians are inactive in evangelism due to various factors, including busyness, fear of rejection, and lack of understanding of evangelism methods. This study aims to examine the relationship between God's sovereignty and human responsibility from a systematic theology perspective, specifically through an encounter theology approach that emphasizes a personal encounter with God. The research method used is descriptive bibliology with a qualitative approach, analyzing biblical texts and theological literature. The study found that God's sovereignty is manifested through the Cultural Mandate (Gen. 1:28) to seek the welfare of the world and the Great Commission (Mat. 28:19-20) to preach the gospel. Human responsibility is a response of faith that is manifested in the awareness of being perfect creations (Imago Dei), living a life that reflects God's love, total obedience, active proclamation of the gospel, and love for God and neighbor. Based on the principles of Encounter Theology, an encounter with God results in a transformation that encourages involvement in His mission. The Christian Youth Character Development Model, according to Encounter Theology, encompasses the models of witnessing, surrender, and multiplication as a relevant framework. Practical implementation includes systematic evangelism training programs, the formation of evangelism communities, ongoing mentoring, and the development of various contextual evangelism models.

 

Abstrak

Penelitian ini menganalisis persoalan rendahnya partisipasi orang percaya dalam pelayanan Injil, meskipun telah menerima mandat dari Allah. Banyak orang Kristen yang non-aktif dalam penginjilan disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kesibukan, ketakutan akan penolakan, dan kurangnya pemahaman tentang metode penginjilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relasi antara kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia dalam perspektif Teologi Sistematika, khususnya melalui pendekatan Teologi Encounter yang menekankan perjumpaan personal dengan Allah. Metode penelitian menggunakan deskriptif bibliologis dengan pendekatan kualitatif, menganalisis teks Alkitab dan literatur teologi. Penelitian menemukan bahwa kedaulatan Allah diwujudkan melalui Mandat Budaya (Kej. 1:28) untuk mengusahakan kesejahteraan dunia dan Amanat Agung (Mat. 28:19-20) untuk memberitakan Injil. Tanggung jawab manusia merupakan respons iman yang terwujud dalam kesadaran sebagai ciptaan sempurna (imago Dei), hidup yang mencerminkan kasih Allah, ketaatan total, pemberitaan Injil aktif, dan kasih kepada Allah serta sesama. Berdasarkan prinsip Teologi Encounter, perjumpaan dengan Allah menghasilkan transformasi yang mendorong keterlibatan dalam misi-Nya. Model Pembinaan Karakter Remaja Kristen yang menurut Teologi Encounter mencakup model bersaksi, berserah, dan multiplikasi menjadi framework aplikatif. Implementasi praktis meliputi program pelatihan penginjilan sistematis, pembentukan komunitas penginjil, pendampingan berkelanjutan, dan pengembangan berbagai model penginjilan kontekstual.

 

 

References

Awasuning Manaransyah. Keluarga Bahagia. Surabaya: PT Revka Petra Media, 2015.

Benaja, S., D. Suharto, and J. Lontoh. “Korelasi Pembinaan Warga Gereja dan Materi Pembinaan bagi Pertumbuhan Rohani Jemaat di Gereja Gerakan Pentakosta Immanuel Bogor Berdasarkan Efesus 4:11–16.” Jurnal Silih Asuh: Teologi dan Misi 2, no. 1 (2025): 46–65.

Bonnke, Reinhard. Even Greater. Yogyakarta: ANDI, 2007.

Comiskey, Joel. Encounter. USA: CCS Publishing, 2007.

Crampton, Gary. Verbum Dei. Surabaya: Momentum, 2017.

Dupe, S. I. S. “Konsep Diri Remaja Kristen dalam Menghadapi Perubahan Zaman.” Journal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 2, no. 1 (2020): 53–69.

Ferdinan Manfe. Teologi Ibadah. Batu: Literatur YPPII, 2014.

Gainau, B. Maryam. Perkembangan Remaja dan Problematikanya. Yogyakarta: PT Kanisius, 2015.

Gultom, Junifrius. Teologi Misi Pentakostal. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2018.

Harrington, Bobby, and Josh Patrick. Buku Panduan Pembuat Murid. Yogyakarta: Katalis, 2017.

Joel Osteen. Become a Better You. Jakarta: Imanuel, 2009.

Kamur Besar Bahasa Indonesia. “Multiplikasi.” https://kbbi.lektur.id/multiplikasi.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. “Audible.” https://kamuslengkap.id/kamus/inggris-indonesia/arti-kata/audible/.

Letham, Robert. Allah Trinitas. Surabaya: Momentum, 2011.

Menzies, Robert P. Teologi Pentakosta: “Pentecost.” Malang: Gandum Mas, 2021.

Nainggolan, J., and M. Miss. Gerakan Pentakostalisme dan Sejarah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI). Jejak Pustaka, 2024.

Paundanan, B. J. “Studi Cross-Textual Hermeneutics terhadap Kisah Abraham di Mamre dan Ritus Ma’bugi’ di Toraja.” PhD diss., Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja, 2024.

Robert Solomon. Allah Sang Pemburu. Jakarta: PT Duta Harapan Indah, 2017.

Santoso, K. T., and M. I. Chiaralazzo. “Membangun Relasi dengan Ilahi: Proses Pencarian dan Penemuan Kehadiran Tuhan.” Journal Magistra 2, no. 2 (2024): 142–147.

Subagyo, Andreas B. Pengantar Riset Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2004.

Suparmin, M. “Makna Psikologi Perkembangan Peserta Didik.” Jurnal Ilmiah Spirit (2010). ISSN 1411-8319.

Wellem, F. D. Kamus Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.

Wright, Norman. Menjadi Orang Tua yang Bijaksana. Yogyakarta: ANDI, 2009.

Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2014.

Zschech, Darlene. The Art of Mentoring. Malang: Literatur SAAT, 2013.

Downloads

Published

2025-06-30

Issue

Section

Articles