Analisis Doktrin Esensi Manusia sebagai Gambar Allah menurut Kejadian 1:26-27

Authors

  • David Sarju Sucipto Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Nusantara Jakarta Author

Keywords:

image of God; human essence; theological anthropology; sin; Christ’s redemption; gambar dan rupa Allah; esensi manusia; antropologi teologis; dosa; penebusan Kristus

Abstract

The Bible affirms that humans were created in the image and likeness of God. In this sense, humans possess a nature or essence derived directly from God at the beginning of human creation. Human dignity is elevated above all other creations, making them extremely valuable in God's eyes. Humans are the crown of God's creation. The essence of humans, revealed by God, is both physical and spiritual. Human disobedience and rebellion resulted in the destruction of the essence of God's image within humans. All human life became tainted by sin. Although the essence of humans as God's image was damaged by sin, it was renewed through Christ's death on the cross. Through Christ, reconciliation between God and humanity was possible. By giving His only Son, all who believe in Him would not perish but have eternal life. This research employed a qualitative descriptive method. The research employed a non-interactive qualitative approach with descriptive-exegetical methods. The author relied on data from documents, collecting, identifying, analyzing, and interpreting it. The research findings revealed that psychologists' and philosophers’ views on human essence contradict biblical teachings.

 

Abstrak

Alkitab menegaskan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Dalam hal ini manusia memiliki natur atau esensi yang diturunkan langsung dari Allah pada awal penciptaan manusia. Derajat manusia diangkat sangat tinggi melebihi ciptaan lainnya, menjadikan manusia sebagai ciptaan yang sangat berharga di mata Allah. Manusia adalah mahkota ciptaan Allah (crown of creation). Esensi manusia yang diturunkan Allah bersifat jasmani dan rohani. Ketidaktaatan dan pemberontakan manusia mengakibatkan rusaknya esensi gambar Allah yang ada di dalam diri manusia. Seluruh kehidupan manusia menjadi tercemar karena dosa. Meskipun esensi manusia sebagai gambar Allah telah rusak karena dosa, namun diperbaharui kembali melalui kematian Kristus di atas kayu salib. Melalui Kristus, perdamaian antara Allah dan manusia dapat terjadi. Dengan menyerahkan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif non-interaktif dengan metode deskriptif eksegesis. Penulis mengandalkan data dari dokumen-dokumen dengan cara menghimpun, mengidentifikasi, dan menganalisis data, kemudian menginterpretasikan data tersebut. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pendapat para ahli psikologi dan filsuf tentang esensi manusia bertolak belakang dengan ajaran Alkitab.

References

Abineno, J. L. Ch. Pokok-Pokok Penting dari Iman Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003.

Alkitab Elektronik & Biblesoft 5.

Atkinson, David. Kejadian 1–11. Jakarta: YKBK/OMF, 2000.

Barnes. Barnes’ Notes on the Old and New Testaments. Electronic database. Biblesoft, 1997.

Barclay, M. Kamus Yunani–Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002.

Berkhof, Louis. Teologi Sistematika, jil. 2. Surabaya: LRII/Momentum, 2004.

BibleWorks 3. TWOT Hebrew Lexicon. Electronic database.

BibleWorks 5. ISBE Bible Dictionary. Electronic database.

Browning, W. R. F. Kamus Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.

Clarke, Adam. Adam Clarke’s Commentary on the Bible. Electronic database. Biblesoft, 1996.

Cornish, Rick. 5 Menit Teologi. Bandung: Pionir Jaya, 2007.

Davis, John J. Eksposisi Kitab Kejadian: Suatu Telaan. Malang: Gandum Mas, 2001.

Dyrness, William. Tema-Tema dalam Teologi Perjanjian Lama. Malang: Gandum Mas, 2004.

Echols, John M., dan Hasan Shadily. Kamus Inggris–Indonesia. Jakarta: Gramedia, 1996.

Enns, Paul. The Moody Handbook of Theology. Chicago: Moody Press, 1989.

Ensiklopedi Alkitab Masa Kini. Jakarta: YKBK/OMF, 2007.

Fee, Gordon D., dan Douglas Stuart. Hermeneutik: Bagaimana Menafsirkan Firman Tuhan dengan Tepat. Malang: Gandum Mas, 2003.

Heath, W. Stanley. Psikologi yang Sebenarnya. Yogyakarta: ANDI Offset, 1997.

Lasor, W. S., D. A. Hubbard, dan F. W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002.

Poerwadarminta, W. J. S. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1999.

Ryrie, Charles C. Teologi Dasar, jil. 1. Yogyakarta: ANDI, 2007.

Schultz, Samuel J. Pengantar Perjanjian Lama: Taurat dan Sejarah. Malang: Gandum Mas, 2006.

Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008.

Wolf, Herbert. Pengenalan Pentateukh. Malang: Gandum Mas, 1998.

WTM Morphology + Abridged BDB Lexicon Entry. Electronic database. Biblesoft and International Bible Translators, Inc., 1994.

Downloads

Published

2026-01-24