Strategi Guru PAK untuk Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis Generasi Digital
Keywords:
critical thinking; digital generation; learning strategies; teachers; berpikir kritis; generasi digital; guru, strategi pembelajaranAbstract
The digital generation has a close relationship with technological and informational advances, making it easy for them to access information. This has led educators to worry that the digital generation lacks critical thinking experience, making them vulnerable to giving up when faced with challenges. Although this generation possesses technological skills and inclusive thinking that will enhance their careers, educators are challenged to adapt teaching strategies to promote critical thinking in the digital age. This research aims to examine religious education teachers' strategies for developing critical thinking abilities among the digital generation. This study employs a descriptive approach and a documentary research method, drawing on relevant journals and articles. The results of this research will highlight the importance of critical thinking for the digital generation and the strategies employed by religious education teachers to develop these skills. Therefore, this research can guide religious education teachers on fostering critical thinking among the digital generation.
Abstrak
Generasi digital memiliki hubungan yang sangat erat dengan kemajuan teknologi dan informasi, membuat generasi ini sangat mudah mengakses informasi. Hal ini membuat para pendidik khawatir bahwa generasi digital kurang memiliki pengalaman berpikir kritis, sehingga rentan menyerah ketika menghadapi tantangan. Meskipun generasi ini memiliki keterampilan teknologi dan pemikiran inklusif yang akan meningkatkan karier, para pendidik ditantang untuk menyesuaikan strategi pengajaran untuk mendorong keterampilan berpikir kritis generasi digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan strategi guru pendidikan agama dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada generasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan metode penelitian dokumenter, dengan memanfaatkan jurnal dan artikel yang relevan. Hasil penelitian ini akan memaparkan pentingnya berpikir kritis bagi generasi digital dan strategi guru PAK dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis bagi generasi digital. Oleh karena itu, penelitian ini dapat memberikan bimbingan bagi guru PAK untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis generasi digital.
References
Afandi, Muhamad, et al. Model dan Metode Pembelajaran. Semarang: UNISSULA Press, 2013.
Albina, Meyniar, et al. “Model Pembelajaran di Abad ke-21.” Majalah Ilmiah Warta Dharmawangsa 16
(2022): 939–955.
Angun, Arkodius. “Meningkatkan Penalaran Kritis Siswa melalui Metode PBL pada PAK Materi
Aku Citra Allah Kelas VII SMPN 5 Kelam Permai.” Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan
Agama 4, no. 2 (2023): 414–427.
Arifin, Zainal, dan Adhi Setiyawan. Pengembangan Pembelajaran Aktif dengan ICT. Yogyakarta: Skripta
Media Creative, 2012.
Danaryanti, Agni, dan Tri Lestari. “Analisis Kemampuan Berpikir Kritis dalam Matematika
Mengacu pada Watson–Glaser Critical Thinking Appraisal pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri di Banjarmasin Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017.” Edu-Mat: Jurnal Pendidikan Matematika 5 (2017): 116–126.
Delima, Frillia M. Y., Elisabhet S. Tuatesan, dan I. Samadara. “Strategi Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam Meningkatkan Pembelajaran di Era Digital.” Jurnal Pendidikan Didaxei 3, no. 2 (2022): 409–418.
Fatmawati, Harlinda. “Pokok Bahasan Persamaan Kuadrat (Penelitian pada Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah 1 Sragen Tahun Pelajaran 2013/2014).” Jurnal Pembelajaran Matematika 2, no. 9 (2014): 911–922.
Lamatenggo, Nina. “Strategi Pembelajaran.” E-Prosiding Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (2020): 22–42.
Lismaya, Lilis. Berpikir Kritis dan PBL (Problem Based Learning). Sukabumi: Media Sahabat Cendekia, 2019.
Mahmudi, M. Umar, dan Muhammad Rifa’i Subhi. “Strategi Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Kolaborasi dalam Pendidikan Agama Islam.” Muaddib: Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. 2 (2023): 74–83.
Mardliyah, Shibi Zuharoul, Adelia Putri Salsabilla, dan Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas. “Strategi Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa melalui Learning Community.” Awwaliyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6, no. 2 (2023): 102–109.
Mustadi, Ali. “Reformasi Sekolah melalui Learning Community Based Lesson Study (LCLS) di Sekolah Dasar.” Inopendas: Jurnal Ilmiah Kependidikan 1, no. 1 (2018): 9–15.
Nuraini, Intan. Upaya Guru dalam Mengembangkan Kemampuan Critical Thinking Peserta Didik pada Mata Pelajaran Fiqih di MTs Annajah Petukangan Jakarta Selatan. Skripsi. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2022.
Sani, Ridwan Abdullah. Pembelajaran Berbasis HOTS: Higher Order Thinking Skills. Edisi revisi. Jakarta: Tira Smart, 2019.
Sihotang, Kasdin. Berpikir Kritis: Kecakapan Hidup di Era Digital. Yogyakarta: Kanisius, 2019. Simbolon, Subandri, Hugo Theo Kurniason, dan Tetty Novitasari Simbolon. “Pengembangan
Instrumen Tes Berpikir Kritis Gen-Z dalam Materi Manusia dan Cinta.” Ganaya: Jurnal Ilmu
Sosial dan Humaniora 4, no. 2 (2021): 607–622.
Wulandari, Putri Adita. “Literature Review: Pembelajaran Blended Learning Berbasis Project-Based
Learning sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Kimia.” Innovative: Journal of Social Science Research 3 (2023): 10814–10825.


